MABBI

Masyarakat Bioinformatika dan Biodiversitas Indonesia

Sejarah

Mabbi dimulai dari sebuah workshop dengan nama Bioinformatics dan Computational Biology 2014 (BioComBio 2014). Kegiatan ini digagas oleh Dr. Kholis Audah yang kemudian menjadi ketua panitia, Dr. Bimo Tejo, dan Dewi. Mereka semua bernaung di bawah Center for Infectious Diseases Research, Surya University, Tangerang. Workshop ini dimulai dengan pemaparan mengenai masa depan Bioinformatik di Indonesia oleh Prof. dr., Amin Soebandrio. Ph.D, Sp.MK dari departemen Mikrobiologi FK UI dan juga mantan Deputi Menteri Riset dan Teknologi RI. Kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai Next Gen Sequencing oleh Dr Setia Pramana dari Karolinska Institute, Swedia. Selanjutnya mengenai Bioinformatics dan Vaccine Design oleh Dr M Asif Khan dari Johns Hopkins University, USA. Diakhiri dengan Drug Design and Discovery oleh Dr. Bimo A. Tejo dari CIDR Surya University.

Workshop yang berlangsung pada 14 – 17 April 2014 dengan kerjasama Center For Infectious Disease Research (CIDR) Surya University, Sahitya Institute For Research, dan Swiss German University (SGU) menghasilkan empat rekomendasi:

  1. Workshop Bioinformatik dan Biologi Komputasi berkelanjutan
  2. Asosiasi Bioinformatik dan Biologi Komputasi di  Indonesia
  3. Dukungan pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan R.I. mendorong pemanfaatan bioinformatika secara lebih luas ke lembaga riset, lab kesehatan,  atau rumah sakit sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi genetik dan molokuler pada aplikasi kesehatan manusia, juga dalam proses penemuan obat dan vaksin.
  4. Ilmu dan teknologi bioinformatika menjadi mata kuliah di jurusan bioteknologi, kedokteran manusia atau hewan, farmasi, peternakan dan pertanian.

Setelah workshop BioComBio 2014, ada beberapa rencana yang dirumuskan: diharapkan akan ada workshop Bioinformatik berkelanjutan, pembentukan Asosiasi Bioinformatik Indonesia, menjadi Host untuk International Conference on Bioinformatics, dan dibangunnya database untuk genomic pathogenm vaccine, diagnostic and drug. Tak lama setelah workshop BioComBio 2014, pada bulan Mei dilakukan audiensi dengan Menteri Kesehatan.

Dua tahun setelah audiensi dengan Menteri Kesehatan, pada tanggal 10 Mei 2016, tepatnya pukul 7 malam, 15 orang dengan latar belakang berbeda berkumpul di Hotel Aston Primera, Pasteur, Bandung. Mereka mendiskusikan untuk membentuk sebuah perkumpulan masyarakat Bioinformatika dan Biodiversitas. Dengan urgensi pembentukan pekumpulan bioinformatika, dengan contoh perkumpulan yang disampaikan oleh Dr M Asif Khan dari APBionet, diskusi tersebut menghasilkan terbentuknya pengurus utama dengan Ketua: Kholis Audah (Swiss German University); Sekretaris: Dwi Agustian (Universitas Padjadjaran); Bendahara: Lola Ilona Fuad (Universitas Padjadjaran); Kerjasama: Setia Pramana (Sekolah Tinggi Ilmu Statistik).

Untuk pengususan aspek legal, Kholis Audah dan Dwi Agustian dipilih dan dimulai dengan memperoleh persetujuan menteri dari DITJEN AHU untuk pemesanan nama Perkumpulan Masyarakat Bioinformatika dan Biodiversitas Indonesia (MABBI) pada 24 Agustus 2016.

PHP Code Snippets Powered By : XYZScripts.com