International Tea Day 2023

MABBI – Tidak ada cara yang lebih baik untuk memulai hari kita selain dengan rasa dan aroma teh yang menyenangkan. Legenda mengatakan bahwa teh pertama kali ditemukan lebih dari 4000 tahun yang lalu di Tiongkok oleh Kaisar Nun Shen. Pada salah satu kunjungannya ke daerah terpencil, daun-daun pohon di dekatnya tertiup ke dalam panci berisi air mendidih yang telah diletakkan oleh para pelayannya di atas api. Aroma menyegarkan mengundang Kaisar untuk mencicipi minuman tersebut, dan secangkir teh pertama lahir.

Pada abad ke-16, teh menyebar ke seluruh dunia ke Eropa oleh para pedagang Belanda, di mana teh menjadi komoditas yang diperdagangkan secara luas berkat pendirian East India Company di Inggris. Selebihnya, seperti yang mereka katakan, adalah sejarah.

Selain rasa dan manfaatnya, kontribusi teh terhadap budaya dan perkembangan sosial ekonomi juga relevan. Tumbuh di lebih dari 35 negara, budidaya teh mendukung mata pencaharian lebih dari 13 juta orang.

Dimulai oleh serikat pekerja pada tahun 2005, Hari Teh Internasional merayakan manfaat kesehatan, kepentingan ekonomi, dan warisan budaya teh, sambil memastikan produksi yang lebih berkelanjutan dari ladang hingga cangkir kami. Menyatukan organisasi masyarakat sipil dan petani teh kecil serta bisnis, liburan ini bertujuan untuk mengatur persaingan yang tidak seimbang, peraturan keselamatan, pendudukan tanah, jaminan sosial, upah layak, dan hak perempuan untuk semua pekerja teh.

Seminar, kampanye publik, dan presentasi diadakan secara tradisional. Tujuannya untuk memperkuat regulasi bagi asosiasi petani teh. Selain mengakui teh sebagai tanaman ekspor besar bagi negara-negara penghasilnya, budaya teh juga dirayakan oleh peminatnya. (Tri/MABBI)


Posted

in

by

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *