Kanker payudara merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat kanker di dunia. Salah satu tantangan utama dalam terapi kanker payudara adalah keberadaan sel punca kanker payudara (breast cancer stem cells/BCSCs) yang memiliki kemampuan bertahan hidup lebih tinggi, resistensi terhadap terapi, serta potensi metastasis yang lebih besar dibandingkan sel kanker biasa. Salah satu protein yang berperan dalam kelangsungan hidup BCSCs adalah survivin, yang tergolong dalam keluarga inhibitor apoptosis protein (IAP). Survivin berfungsi menghambat jalur apoptosis intrinsik dengan mengikat caspase-9 dan caspase-3, sehingga sel kanker dapat terus bertahan hidup. Oleh karena itu, penelitian terhadap molekul yang dapat menargetkan survivin menjadi strategi potensial dalam terapi kanker.
Andrographolide, senyawa aktif yang berasal dari tanaman Andrographis paniculata telah dikenal memiliki berbagai aktivitas farmakologis termasuk sifat anti-kanker. Namun, mekanisme spesifik andrographolide dalam menargetkan survivin pada BCSCs masih belum sepenuhnya dipahami. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi interaksi molekuler andrographolide dengan survivin melalui pendekatan in silico serta mengonfirmasi efeknya terhadap ekspresi survivin, caspase-9 dan caspase-3 pada BCSCs melalui pendekatan in vitro.
Hasil molecular docking menunjukkan bahwa andrographolide memiliki afinitas pengikatan tinggi terhadap survivin dengan ΔG binding sebesar -10,5464 kcal/mol, lebih kuat dibandingkan interaksinya dengan caspase-9 (-8,2861 kcal/mol) dan caspase-3 (-8,0742 kcal/mol). Ikatan ini melibatkan residu Thr34 dan Glu36 pada survivin, yang berperan dalam aktivasi protein ini. Dengan demikian, interaksi andrographolide dengan Thr34 dapat menghambat fosforilasi survivin dan mengganggu fungsinya dalam menekan apoptosis.
Studi in vitro mendukung hasil in silico, menunjukkan bahwa andrographolide menurunkan tingkat survivin total serta survivin yang telah mengalami fosforilasi pada Thr34. Efek ini disertai dengan peningkatan ekspresi caspase-3, menunjukkan aktivasi jalur apoptosis. Namun, ekspresi caspase-9 tidak menunjukkan perubahan signifikan, mengindikasikan bahwa andrographolide lebih berperan dalam meningkatkan aktivitas caspase-3 dibandingkan dengan caspase-9. Analisis apoptosis dengan Annexin V/PI menunjukkan peningkatan proporsi sel dalam fase apoptosis, terutama pada konsentrasi 0,3 mM dan 0,6 mM, yang sesuai dengan peningkatan ekspresi caspase-3.
Penemuan ini menunjukkan bahwa andrographolide dapat bertindak sebagai agen terapeutik potensial yang menargetkan survivin pada BCSCs. Dengan menurunkan kadar survivin yang terfosforilasi, andrographolide memungkinkan aktivasi jalur apoptosis intrinsik, yang berpotensi meningkatkan sensitivitas sel kanker terhadap terapi konvensional. Namun, efek ini harus dikaji lebih lanjut melalui penelitian in vivo untuk memastikan efektivitas dan keamanan dalam lingkungan biologis yang lebih kompleks. Studi lanjutan juga diperlukan untuk mengeksplorasi potensi andrographolide dalam kombinasi dengan terapi lain guna meningkatkan efikasi pengobatan kanker payudara yang lebih luas.
Sumber:
Wanandi, S.I., Limanto, A., Yunita, E., Syahrani, R.A., Louisa, M., Wibowo, A.E. and Arumsari, S., 2020. In silico and in vitro studies on the anti-cancer activity of andrographolide targeting survivin in human breast cancer stem cells. PloS one, 15(11), p.e0240020.

Leave a Reply